Dari Empat Pilar hingga Robotika, SMA YP Unila Tampilkan Potensi Generasi Muda di Hadapan Ketua MPR RI

BANDAR LAMPUNG — SMA YP Unila Bandar Lampung mendapat kehormatan atas kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Ahmad Muzani, dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta mendorong generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki semangat menjaga persatuan bangsa.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai potensi dan kreativitas siswa SMA YP Unila. Selain menjadi sarana edukasi kebangsaan, acara ini juga memperlihatkan komitmen sekolah dalam mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan teknologi, seni, serta karakter peserta didik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembina Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pembina Universitas Lampung, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., Ketua DPRD Pesawaran, Wakil Bupati Way Kanan yang merupakan alumni SMA YP Unila, Wakil Bupati Pesawaran, Wakil Bupati Lampung Selatan, sejumlah anggota MPR RI, Kepala SMA YP Unila, Ibu Dra. Hj. Mey Sriyani, M.M., serta dewan guru, staf, dan siswa SMA YP Unila.
Perkuat Karakter Generasi Muda Melalui Empat Pilar Kebangsaan
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa mendapatkan penguatan pemahaman mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan bangsa.
Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dalam kegiatan ini memberikan pesan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Pemahaman terhadap empat pilar diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman bagi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar harus memahami nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memiliki tanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju.”
Pesan tersebut sejalan dengan upaya SMA YP Unila dalam membentuk peserta didik yang unggul dalam prestasi sekaligus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi toleransi, dan mencintai tanah air.
Ketua Dewan Pengurus YP Unila Sampaikan 342 Medali Prestasi Siswa

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pembina Universitas Lampung, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., menyampaikan capaian membanggakan para siswa SMA YP Unila yang terus menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Ia mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2026, siswa SMA YP Unila telah berhasil meraih 342 medali dari berbagai kompetisi. Capaian tersebut menjadi bukti kerja keras siswa, dedikasi para guru dan pembina, serta dukungan yayasan dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi berprestasi.
“Alhamdulillah, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, siswa-siswi SMA YP Unila telah berhasil meraih 342 medali dari berbagai kompetisi. Capaian ini merupakan kebanggaan bagi yayasan dan sekolah sekaligus bukti bahwa potensi peserta didik kita sangat luar biasa. Kami berharap prestasi ini tidak membuat kita cepat berpuas diri, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkembang, berinovasi, dan meraih pencapaian yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.”
Prestasi tersebut diraih melalui berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni, penelitian, hingga inovasi teknologi. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen SMA YP Unila untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa dalam mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan mereka.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan siswa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Vocal Group Ekskul Seni Iringi Lagu Kebangsaan dan Doa untuk Pemimpin Negeri

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Vocal Group (VoG) dari ekstrakurikuler Seni SMA YP Unila. Para siswa tampil mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu Doa untuk Pemimpin Negeri.
Penampilan tersebut menambah kekhidmatan acara sekaligus menjadi wujud nyata peran seni dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, dan harapan bagi masa depan bangsa.
Melalui harmonisasi suara dan penampilan yang penuh penghayatan, anggota ekstrakurikuler Seni menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam mengembangkan bakat sekaligus membangun kepekaan sosial dan semangat kebangsaan peserta didik.
Penampilan ini juga memperlihatkan komitmen SMA YP Unila dalam memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi di luar pembelajaran kelas, termasuk dalam bidang seni dan budaya.
Ahmad Muzani Jajal Robot Soccer Karya Siswa KIR SMA YP Unila

Tak kalah menarik, ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA YP Unila turut memamerkan hasil inovasi teknologi karya siswa berupa robot Line Follower dan Robot Soccer.
Momen menarik terjadi ketika Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, tidak hanya menyaksikan presentasi karya tersebut, tetapi juga turut mencoba memainkan Robot Soccer hasil karya siswa KIR SMA YP Unila. Kehadiran dan keterlibatan langsung Ahmad Muzani menjadi momen istimewa bagi para siswa yang berkesempatan memperkenalkan sekaligus mendemonstrasikan hasil kreativitas mereka di hadapan para tamu undangan.
Robot Line Follower merupakan robot yang dirancang untuk mengikuti jalur tertentu dengan memanfaatkan sensor dan sistem kendali. Sementara itu, Robot Soccer dikembangkan untuk memainkan permainan sepak bola robotik melalui mekanisme pergerakan dan kendali.
Ketika mencoba Robot Soccer tersebut, Ahmad Muzani berinteraksi langsung dengan karya inovasi para siswa. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian kegiatan sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan aplikatif.
Ekstrakurikuler KIR sendiri merupakan salah satu kegiatan unggulan SMA YP Unila yang telah meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa budaya riset, kreativitas, dan inovasi terus berkembang di kalangan siswa.
Melalui presentasi robot ini, siswa KIR menunjukkan kemampuan dalam memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan rekayasa menjadi karya nyata. Pengalaman tersebut diharapkan semakin memotivasi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan, menghasilkan inovasi, serta berani berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Sinergi Pendidikan, Kebangsaan, dan Prestasi

Kunjungan Ketua MPR RI ke SMA YP Unila menjadi momentum penting untuk mempertemukan pendidikan kebangsaan dengan pengembangan potensi generasi muda. Sosialisasi Empat Pilar memberikan penguatan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, sementara penampilan ekstrakurikuler Seni dan KIR memperlihatkan implementasi pendidikan yang mendorong kreativitas, inovasi, serta pembentukan karakter.
Kehadiran jajaran pimpinan yayasan, kepala daerah, anggota MPR RI, pimpinan sekolah, guru, staf, dan siswa turut mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan pendidikan.
Dengan capaian 342 medali selama Januari hingga Oktober 2026, SMA YP Unila terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan peserta didik yang unggul dan berdaya saing. Prestasi tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan, sehingga para siswa tidak hanya mampu meraih keberhasilan bagi dirinya sendiri, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, menghargai keberagaman, dan siap berkontribusi bagi Indonesia.
Melalui kegiatan ini, SMA YP Unila menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, inovatif, cinta tanah air, dan siap menjadi bagian dari masa depan Indonesia.
