Dari Pojok Baca hingga Seminar Kesehatan, SMA YP Unila Dorong Siswa Lebih Cerdas dan Peduli Diri

SMA YP Unila mengadakan kegiatan kokurikuler dengan mengusung tema Budaya Literasi, Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Pembuatan Pojok Baca di Setiap Kelas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan wawasan siswa dalam bidang literasi sekaligus memberikan edukasi kesehatan bagi remaja.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, setiap kelas juga membuat pojok baca sebagai sarana untuk menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.
Kepala SMA YP Unila, Dra. Mey Sriyani, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan wawasan peserta didik.
“Budaya literasi harus terus dibangun di lingkungan sekolah agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berwawasan luas. Selain itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja juga sangat penting agar siswa dapat memahami cara menjaga kesehatan diri dan mengambil keputusan yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau.

Seminar kesehatan reproduksi remaja menghadirkan narasumber dr. Anisa Nuraisa Jausal, M.K.M. yang menyampaikan berbagai materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta pemahaman remaja terhadap perubahan fisik dan psikologis pada masa pertumbuhan.
Dalam pemaparannya, dr. Anisa menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sejak dini agar remaja memiliki pemahaman yang benar serta mampu menjaga diri dari berbagai risiko pergaulan bebas dan penyalahgunaan informasi di media sosial.

Kegiatan seminar dipandu oleh moderator Azdka Ulia yang juga merupakan alumni SMA YP Unila sekaligus mahasiswa Kedokteran Universitas Lampung. Suasana seminar berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari para siswa.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMA YP Unila berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aktif dalam budaya literasi serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan reproduksi remaja.
